Pengalaman Guru Terbaik Dalam Hidup

Pengalaman Guru Terbaik Dalam Hidup
Tetap senyum, Selalu tersenyum

Rabu, 03 Juli 2013

Proposal Penelitian Tindakan Kelas



Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Melalui Pemberian Tugas Setiap Akhir Pembelajaran pada Mata Kuliah Produksi Hijauan Makanan Ternak
di Politeknik Negeri Lampung
 
Oleh :Rusmiyati, S.Pt. (AK 1274006)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Politeknik Negeri Lampung merupakan lembaga pendidikan vokasi yang menitikbertakan pendidikan keterampilan dengan target mencetak lulusan yang kelak menjadi tenaga kerja yang terampil dalam bidangnya. Oleh karena itu, dalam pembelajarannya lebih banyak diberikan praktek di lapangan dibandingkan di dalam kelas. Namun, dasar untuk dapat melakukan praktek tidak terlepas dari kepahaman dari teori. Pemahaman teori di Politeknik Negeri Lampung melalui tatap muka di dalam kelas, yang kemudian dilanjutkan praktek di lapangan untuk melatih keterampilannya.
Salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi Peternakan adalah Produksi Hijauan Makanan Ternak, yang mana mata kuliah ini mengajarkan pengenalan, pemeliharaan dan perawatan hijauan makanan ternak, serta perhitungan kapasitas tampung lahan. Sebagian mahasiswa, tidak serius dalam memperhatikan materi perkuliahan, tidak mencatat, ngobrol dengan temannya dan sebaginya  sehingga masih ada beberapa mahasiswa yang mendapatkan nilai kurang. Adanya mahasiswa yang masih mendapatkan nilai kurang atau bahkan tidak lulus mengindikasikan bahwa pemahaman dan penguasaan materi oleh mahasiswa masih kurang sehingga hasil pembelajaran belum tercapai secara maksimal.
Untuk menunjang kepahaman dan penguasaan materi diperlukan inisiatif dosen untuk bisa memanfaatkan peluang, sarana dan prasarana yang ada. Salah satu alternatif dalam memanfaatkan peluang diatas yaitu dengan pemberian tugas setiap akhir pembelajaran baik berupa tugas rumah atau studi lapangan. Dengan kegiatan melaksanakan tugas mahasiswa aktif belajar dan merasa terangsang untuk meningkatkan belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani bertanggungjawab sendiri. Metode pemberian tugas adalah cara penyajian materi kuliah dimana dosen memberikan tugas tertentu agar mahasiswa melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggung jawabkan. Karena mahasiswa melaksanakan latihan-latihan selama melaksanakan tugas, sehingga pengalaman mahasiswa dalam mempelajari sesuatu materi dapat lebih terintegrasi akhirnya hasil belajar mahasiswa menjadi lebih baik.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang diberi judul : Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Melalui Pemberian Tugas Setiap Akhir Pembelajaran pada Mata Kuliah Produksi Hijauan Makanan Ternak di Politeknik Negeri Lampung.

1.2.Batasan Masalah

Penulis membatasi masalah yang akan diteliti yaitu: hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Produksi Hijauan Makanan Ternak melalui metode pemberian tugas di setiap akhir pembelajaran.

1.3.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, yang menjadi rumusan masalah penelitian secara umum adalah: apakah dengan menggunakan metode pemberian tugas pada setiap akhir pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah Produksi Hijauan Makanan Ternak di Politeknik Negeri Lampung.

1.4.Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui penggunaan metode pemberian tugas pada setiap akhir pembelajaran mata kuliah Produksi Hijauan Makanan Ternak.


1.5.Manfaat Penelitian

Hasil Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:
1.      Dosen dan peneliti sendiri, sebagai pendidik mata kuliah Produksi Hijauan Makanan Ternak untuk dapat mengembangkan diri dalam bidang Penelitian Tindakan Kelas dan dapat menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dalam setiap pembelajaran.
2.      Mahasiswa, untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar.

BAB II

KAJIAN TEORI

2.1.            Uraian Materi

2.1.1.                              Proses Belajar Mengajar

Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan,  kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan (Faisal, 2013).
Proses Belajar Mengajar meruapakan suatu rangkaian peristiwa yang kompleks. Dalam peristiwa tersebut terjalin komunikasi timbal balik (interaksi) antara pengajar yang mengajar dengan siswa yang belajar (Persada, 2012).
Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan intraksi antara guru dan  murid dimana akan diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Proses pembelajaran juga diartikan sebagai suatu proses terjadinya intraksi antara pelajar, pengajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang berlangsung dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu pula (Yasin, 2012).

2.1.2.                              Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai              tujuan (Noer, 2013).
Macam-macam metode pembelajaran antara lain: ceramah, diskusi, demonstrasi, ceramah plus, resitasi, eksperimental, study tour (karya wisata), latihan keterampilan, pemberian tugas rumah, pengajaran beregu, peer theaching method atau mengajar sesama teman,  pemecahan masalah (problem solving method), project method adalah metode perancangan, teileren method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya, dan metode global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresum apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut (Hariyanto, 2011).

2.1.3.                              Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas adalah metode yang dimaksudkan memberikan tugas-tugas kepada peserta didik baik untuk di rumah atau yang dikarenakan di sekolah dengan mempertanggung jawabkan kepada guru. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa, pendidik memberikan pekerjaan kepada peserta didik berupa soal-soal yang cukup banyak untuk dijawab atau dikerjakan yang selanjutnya diperiksa oleh pendidik (Pratama, 2013).
Pemberian tugas dapat diartikan pekerjaan rumah, tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pemberian tugas dan pekerjaan rumah, untuk pekerjaan rumah pendidik menyuruh peserta didik membaca buku kemudian memberi pertanyaan-pertanyaan di kelas, tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh siswa membaca dan menambahkan tugas. Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk guru secara langsung. Dengan metode ini siswa dapat mengenali fungsinya secara nyata. Tugas dapat diberikan kepada kelompok atau perorangan (Yulianto, 2013).
Kelebihan metode pemberian tugas: baik sekali untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang konstruktif, memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan, sebab dalam metode ini anak harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu (tugas) yang telah dikerjakan, memberi kebiasaan anak untuk belajar, dan memberi tugas anak yang bersifat praktis (Yulianto, 2013). Selain itu, metode pemberian tugas juga dapat memupuk rasa percaya diri sendiri, dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari, mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri, dapat mendorong belajar, sehingga tidak cepat bosan, dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa, dapat mengembangkan    kreativitas siswa, dan dapat mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan anak (Kusumah, 2012).
Dari berbagai kelebihan-kelebihan tersebut tentunya metode pemberian tugas juga tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan sebagai berikut: seringkali tugas di rumah itu dikerjakan oleh orang lain, sehingga anak tidak paham tentang pekerjaan itu, berarti tujuan pengajaran tidak tercapai, sulit untuk memberikan tugas karena perbedaan individual anak dalam kemampuan dan minat belajar, seringkali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan baik, cukup hanya menyalin pekerjaan temannya, apabila tugas itu terlalu banyak, akan mengganggu keseimbangan mental anak (Yulianto, 2013).

2.1.4.                              Hasil Belajar

Setiap proses belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik akan menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran, pengajar sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab yang besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan peserta didik dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dan faktor intern dari siswa itu sendiri. Dalam setiap mengikuti proses pembelajaran di sekolah sudah pasti setiap peserta didik mengharapkan mendapatkan hasil belajar yang baik, sebab hasil belajar yang baik dapat membantu peserta didik dalam mencapai tujuannya. Hasil belajar yang baik hanya dicapai melalui proses belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang baik. Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh peserta didik setelah terjadinya proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh pendidik setiap selesai memberikan materi pelajaran pada satu pokok bahasan (Sanjaya, 2012).

2.2.            Hipotesis Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang dan penelusuran literatur yang dilakukan penulis sebelumnya, maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa diduga metode pemberian tugas setiap akhir pembelajaran pada mata kuliah Produksi Hijauan Makanan Ternak di Politeknik Negeri Lampung dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
  
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1.      Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri. Waktu Penelitian pada semester II Tahun 2013 dimulai tanggal 10 Juni sampai dengan 1 Juli 2013.

3.2.      Subyek Penelitian

Sebagai subjek penelitian adalah mahasiswa semester II Program Studi Produksi Ternak Politeknik Negeri Lampung dengan jumlah mahasiswa 40 orang.

3.3.      Jenis Penelitian

Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (Classroom Action Research) merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk perbaikan dan peningkatan praktik pembelajaran dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis keadaan, kemudian mencobakan secara sistematik sebagai tindakan alternative dalam memecahkan berbagai permasalahan di kelas (Persada, 2012).

3.4.      Prosedur Penelitian

Penelitian ini  dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari tahap-tahap yaitu : 1) Kegiatan Perencanaan (planning), 2) Pelaksanaan tindakan (action), 3) Pengamatan (observation) dan 4) Refleksi (reflection). Pelaksanaan tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dimana 1 kali pertemuan 2 x 50 menit.
Siklus I
1.                              Perencanaan (planning)
Jadwal penelitian siklus I ditetapkan sebagai berikut : pertemuan pertama tanggal 10 Juni 2013 dan peretemuan kedua tanggal 17 Juni 2013.
Evaluasi (test hasil belajar) siklus I dilaksanakan pada 15 menit terakhir pertemuan kedua. Untuk melaksanakan penelitian ini dipersiapkan perangkat pembelajaran beserta perangkat pendukung seperti : Lembaran Observasi Mahasiswa, SAP, Lembar Tugas Mahasiswa, serta kisi-kisi beserta soal kuis akhir siklus I dan II.

2.                  Pelaksanaan Tindakan (action)
Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 dilakukan dalam dua kali pertemuan. Proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan jadwal mata kuliah  Produksi Hijauan Makanan Ternak. Materi yang disajikan diurutkan sebagai berikut:
a)         Pendahuluan
        Penyampaian tujuan dan materi pembelajaran.
b)         Kegiatan inti
1.      Penjelasan dari dosen dengan metode ceramah
2.      Diskusi atau tanya jawab
3.      Pemberian tugas
c)         Penutup
        Dosen memberikan kesimpulan materi yang disampaikan, dan pada pertemuan kedua pada siklus 1 diadakan test evaluasi tertulis selama 15 menit.

3.                  Pengamatan (observasi)
Pemantauan hasil observasi dilakukan oleh observer yang dalam hal ini adalah peneliti sendiri. Observasi dilakukan dengan dua cara yaitu dengan lembar observasi keaktifan mahasiswa dan lembar kerja mahasiswa. Lembar observasi keaktifan mahasiswa diisi oleh dosen sendiri selama proses penyampaian materi pada dua pertemuan pertama. Lembar kerja mahasiswa digunakan untuk mengevaluasi hasil pembelajaran berupa kuis pada tatap muka kedua.
        Masalah yang muncul dalam proses pembelajaran yang tidak tercantum dalam lembaran observasi dicatat pada lembaran catatan lapangan.
         Evaluasi merupakan tahap penskoran berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi dan test yang diberikan selama kegiatan.

4.                  Refleksi (Reflection)
Pada tahap ini dosen melakukan evaluasi dari pelaksanaan tindakan pada siklus pertama yang digunakan sebagai bahan pertimbangan perencanaan pembelajaran siklus berkutnya. Jika hasil yang diharapkan belum tercapai maka dilakukan perbaikan yang dilaksanakan pada siklus kedua dan seterusnya.

Siklus II
Rencana tindakan siklus II dimaksudkan sebagai hasil refleksi dan perbaikan terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. Dengan siklus kedua ini maka akan diperoleh gambaran secara keseluruhan dan sekaligus mengetahui jawaban permasalahan atau pertanyaan yang diajukan. Dengan kata lain disini akan diperoleh gambaran apakah hasil penelitian ini sesuai atau tidak dengan tujuan yang dirumuskan.

3.5.                                                Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1.      Observasi
Dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan mahasiswa yang difokuskan pada pengamatan keaktifan mahasiswa selama proses pembelajaran.
2.      Kuis
Kuis yang akan digunakan berupa kuis individu yang berfungsi untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa setelah mempelajari materi Produsksi Hiajauan Makanan Ternak dengan pendukung model pembelajaran yaitu dengan pemberian tugas di setiap akhir pembelajaran.


3.      Dokumentasi
Dokumentasi diperoleh dari lembar observasi keaktifan mahasiswa, kumpulan tugas mahasiswa dan foto-foto selama proses pembelajaran jika diperlukan.

3.6.            Instrumen Penelitian

Instrumen Penelitian terdiri dari:
1.      Peneliti
Peneliti merupakan instrumen karena peneliti sekaligus sebagai perencana pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data dan pelapor penelitiannya.
2.      Lembar observasi keaktifan mahasiswa
Lembar observasi keaktifan mahasiswa digunakan sebagai pedoman peneliti dalam melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran dengan metode pemberian tugas setiap akhir pertemuan.
3.      Kuis
Kuis ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman mahasiswa mengenai Produksi Hijaun Makanan Ternak dengan penunjang metode pembelajaran yaitu dengan pemberian tugas pada setiap akhir pertemuan.
4.      Dokumentasi
Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah silabus, satuan acara perkuliahan (SAP), daftar nilai mahasiswa, lembar observasi dan foto-foto selama proses kegiatan pembelajaran.
  1. Laporan Tugas Mahasiswa
Laporan tugas mahasiswa setiap akhir pembelajaran dinilai oleh dosen berdasarkan kelengkapan isi laporannya.





3.7.            Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif berdasarkan hasil kuis pada akhir siklus dan laporan tugas mahasiswa, sedangkan analisis kualitatif berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas mahasiswa melalui lembar observasi mahasiswa atau hal-hal lain yang berhubungan selama penelitian berlangsung.

1.      Data Observasi Keaktifan Mahasiswa
Setiap mahasiswa diamati keaktifannya dalam setiap pertemuan dengan memberi tanda “√“ pada lembar observasi jika aktivitas yang dilakukan sesuai dengan indikator yang telah ditentukan. Setelah selesai observasi, jumlah keaktifan mahasiswa dinyatakan dalam persen dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
PA            : persentase keaktifan mahasiswa
Na            : banyaknya aktivitas yang dilakukan mahasiswa
N                          : banyaknya aktivitas yang diamati
Mahasiswa dikategorikan aktif pada setiap siklus apabila rata-rata persentase aktivitasnya mencapai 65% atau lebih. Selanjutnya, untuk menentukan persentase aktivitas mahasiswa secara keseluruhan digunakan rumus:
Keterangan:
PS             = persentase keaktifan mahasiswa keseluruhan
∑ As         = jumlah mahasiswa yang aktif
N              = banyaknya mahasiswa yang hadir

2.                Data Hasil Belajar

   Untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa setelah diberikan tugas  pada setiap akhir proses pembelajaran, diambil dari persentase ketuntasan belajar mahasiswa setelah diadakan kuis pada akhir siklus. Mahasiswa dikatakan tuntas jika mendapatkan nilai 60,0 atau lebih. Untuk menentukan persentase ketuntasan mahasiswa digunakan rumus sebagai berikut.
Keterangan :
PT             = persentase mahasiswa tuntas belajar
At          = banyaknya mahasiswa yang tuntas belajar
N              = banyaknya mahasiswa yang hadir
Selanjutnya, untuk menentukan nilai rata-rata kelas digunakan rumus:
Keterangan:
X              = nilai rata-rata kelas
∑Ns          = jumlah nilai tes seluruh mahasiswa
N              = banyaknya mahasiswa yang hadir

3.                  Laporan Tugas Mahasiswa

Untuk mengetahui hasil laporan tugas yang diberikan pada setiap akhir proses pembelajaran, diambil dari persentase kelengkapan laporan tugas mahasiswa. Laporan tugas mahasiswa dikatakan lengkap jika mahasiswa melengkapi laporan tugas lebih dari 80 persen indikator. Untuk menentukan persentase kelengkapan tugas mahasiswa digunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan :
PT             = persentase mahasiswa lengkap tugas
At          = banyaknya mahasiswa yang tugasnya lengkap
N              = banyaknya mahasiswa yang hadir
Selanjutnya, untuk menentukan nilai rata-rata kelas digunakan rumus:
Keterangan:
X              = nilai rata-rata kelas
∑Ns          = jumlah nilai laporan seluruh mahasiswa
N              = banyaknya mahasiswa yang hadir
 

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Faisal. 2013. Pengertian belajar dan Pengertian Pembelajaran. http://ichaledutech.blogspot.com/2013/03/pengertian-belajar-pengertian.html.

Hariyanto. 2011. Macam-macam Metode Pembelajaran. http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/.

Kusumah, W. 2012. Metode Pemberian Tugas. http://wijayalabs.wordpress.com/2012/02/28/metode-pemberian-tugas/.


Persada, A. 2012. Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dengan Bantuan Alat Peraga diserta Lembaran Kerja dalam Mata Pelajaran Agribisnis Ternak Unggas Kelas X SMK Negeri 2 Solok Selatan. http://ariespersada.blogspot.com/2012/09/penelitian-tindakan-kelas-ptk-yang.html.

Pratama, I. 2013. Pengaruh Pemberian Tugas Setiap Alkhir Pertemuan terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V pada SD Inpres Buttatianang 1 Makasar. http://ichaltecnik.blogspot.com/2013/01/contoh-skripsi-pengaruh-pemberian-tugas.html.

Sanjaya. 2012. Pengertian Hasil Belajar. http://ppg-pgsd.blogspot.com/2012/04/pengertian-hasil-belajar.html.

Yasin, S. 2012. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, Pengertian, komponen, Kakekat, dan Faktor. http://www.sarjanaku.com/2012/09/pelaksanaan-proses-belajar-mengajar.html.

Yulianto, T. 2013. Metode Pemberian Tugas (Resitasi), Penerapan I Metode Pembelajaran. http://totoyulianto.wordpress.com/2013/03/02/metode-pemberian-tugas-resitasi-penerapan-i-metode-pembelajaran/.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar